Tips Mendapatkan Jodoh

Hampir semua orang ingin menikah. Hanya saja, jodoh tak kunjung datang. Bagaimana agar mudah jodoh? Menyegerakan nikah bagi yang sudah siap merupakan hal yang positif karena dapat menghindarkan diri dari perbuatan maksiat seperti perzinahan. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu telah siap nikah, maka segeralah menikah, karena nikah itu dapat memelihara pandangan dan menjaga (kesucian) faraj” (HR Bukhari-Muslim). 
Hal ini sejalan dengan Firman Allah “Dan (segeralah) menikah orang-orang yang masih sendiri di antara kamu, dan orang-orang yang pantas menikah di antara hamba-hamba sahayamu yang shalih baik perempuan maupun wanita…” (QS An-Nuur: 32). 

Namun demikian, mencari jodoh ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak yang menginginkan pernikahan, namun sang jodoh tan kunjung tiba. Hal ini terutama menjadi masalah bagi wanita karena sering muncul persepsi bahwa tak pantas seorang wanita bersikap proaktif. Bagi kaum wanita jodoh seolah hanya bisa ditunggu. 

Persepsi keliru mengenai jodoh yang menyebabkan tertundanya pernikahan di antaranya adalah karena jodoh ada di tangan Allah, maka kita tidak perlu berusaha. Hal ini tentu saja keliru, dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa, “Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum ia mengubah dirinya (QS Ar-Ra’du: 11). Bagaimanapun harus ada upaya untuk terbukanya jalan bagi sang jodoh. Lalu upaya apa saja yang bisa dilakukan agar jodoh segera datang? 

  • Meningkatkan Ilmu dan Amal. Ilmu dan amal adalah dua hal yang harus kita upayakan setiap saat. Ilmu adalah bekal dalam mengarungi rumah tangga. Dengan ketinggian ilmu dan keimanan, Allah meningkatkan derajat manusia. Senantiasa berakhlaq yang baik merupakan faktor yang sangat penting dalam mencari jodoh. Janji Allah : “Wanita-wanita yang keji diperuntukkan bagi laki-laki yang keji. Laki-laki yang keji diperuntukkan bagi wanita yang keji. Dan wanita-wanita yang baik diperuntukkan bagi laki-laki yang baik. Laki-laki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik” (QS An-Nuur: 26). Jika menginginkan jodoh yang baik, tinggal kita memacu diri kita untuk berusaha senantiasa berakhlaq baik.
  • Memperluas Pergaulan. Seseorang yang terbatas pergaulannya akan mempersempit interaksi dengan pihak luar. Hal ini akan membatasi pula peluang untuk mendapatkan pasangan. Meluaskan pergaulan bukan berarti selalu dengan lawan jenis. Sebaiknya melakukan pergaulan di lingkungan yang baik pula. Mencari lingkungan yang baik bisa dengan mengikuti pengajian. Setidaknya orang yang datang ke pengajian adalah orang-orang yang berniat baik dan ingin berubah menuju kebaikan. Cara lain bisa dengan memasuki organisasi Islam atau organisasi yang bersifat sosial dan kemanusiaan.
  • Melakukan Ikhtiar. Berkaca pada sejarah pernikahan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, melihat akhlak dan kemulian pemuda Muhammad, Khadijah meminta Nafizah binti Munyah untuk membuka jalan ke arah pernikahan. Khadijah menawari Muhammad untuk menikahinya. Ternyata Muhammad menerimanya. Berdasarkan kisah ini, seorang wanita bisa proaktif dalam mencari jodoh. Terkadang karena tradisi bangsa Timur, seolah tabu jika seorang wanita menyampaikan isi hatinya pada seorang laki-laki. Seperti halnya Khadijah, bisa menggunakan pihak ketiga untuk mencarikan pasangan atau mencarikan informasi tentang seseorang atau sekedar menyampaikan maksud pada orang yang dipilih. Orang ketiga ini harus yang amanah dan bisa dipercaya. Orang ketiga tidak usah jauh-jauh, bisa orang tua sendiri, saudara, teman, atau guru ngaji. Belakangan ini berkembang Biro Perjodohan yang berpegang pada nilai-nilai Islam. Tak ada salahnya mengikuti program seperti ini untuk menuju jenjang pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
  • Tidak Mempersulit Diri. Ada kalanya seseorang mengharapkan pasangan yang sangat ideal dan sempurna. Hal ini tentu saja akan menyulitkan dalam mendapatkan pasangan. Terlalu banyak syarat tertentu di luar hal yang prinsip akan menghambat perjalanan menuju jenjang pernikahan. Rasulullah SAW. bersabda, “Wanita itu dinikahi karena hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya (keislamannya). Pilihlah agamanya agar kamu selamat." (HR Bukhari). Hadits tersebut dengan jelas menganjurkan agar memprioritaskan agamanya. Jangan karena pilih-pilih penampilan, harta dan keturunannya sehingga kita sulit mendapatkan pasangan. Ada kalanya adat istiadat juga turut berperan. Pada suku tertentu, dilarang seseorang menikah mendahului kakaknya. Hal ini tidak sesuai dengan syariat Islam, sehingga yang sudah siap menikah malah dihambat.
  • Senantiasa Yakin dan Berdo'a. Dalam ayat Al-Qur’an disebutkan “Dan Allah telah menjadikan jodoh-jodoh kamu sekalian dari jenismu sendiri, lalu menjadikan anak-anak dan cucu bagi kamu dari jodoh-jodohmu." (An-Nahl: 72). Ini menunjukkan bahwa setiap orang akan diberi jodoh. Kita harus yakin dan tidak boleh pesimis, asalkan disertai usaha dan ikhtiar. Berdo'a adalah sarana untuk menyampaikan keinginan dan permohonan pada Sang Pemilik Kehidupan. Allah Maha Mengetahui getaran hati kita selembut apapun. Dengan berdo'a keinginan kita akan dikabulkan oleh Allah SWT. Seperti disebutkan dalam Al-Qur’an “Berdo'alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu”. 

Jodoh merupakan misteri, kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi jodoh kita. Oleh karena itu, seseorang yang ingin segera menikah, sebaiknya terus berdo'a agar hadirnya seseorang yang akan jadi pendamping hidup bisa segera terlaksana.

0 comments:

Posting Komentar

Apa pendapat Anda setelah membaca tulisan di atas?

Artikel Yang Berkaitan

Niadesain.com

Artikel Menarik

arenapromo.com

Nambah backlink gratis, mantab nih

Free Backlinks

Cara mendapatkan penghasilan dari blog.
Space 2 GB, Bandwith 100 GB, Support PHP, MySQL, CPanel.
Melayani pembuatan web toko online/dealer pulsa/support system/reseller/MLM/affiliasi/PPC/iklan. Harga mulai Rp. 75 ribu.
Media promosi terbaru, pilihan tepat untuk menawarkan produk usaha Anda ke berbagai pengunjung website. Super hemat, hanya Rp. 30 ribu/bulan.